
Cuaca di Indonesia kini memang sedang tidak asyik-asyiknya. Perubahan cuaca ekstrem terjadi karena kondisi alam yang memang sedang terjadi perubahan akibat emisi karbon. Tak heran jika pergantian cuaca bisa terjadi perubahan yang sangat cepat, namun memasuki bulan penghujan di akhir tahun ada baiknya kita melakukan beberapa persiapan.
Siklus banjir besar kerap kali terjadi di akhir atau awal tahun baru. Sehingga perlu ada beberapa persiapan khusus terutama buat yang rumahnya berdekatan dengan pinggir kali. Tak terkecuali beberapa rumah yang memang sudah menjadi langganan banjir tahunan, lima tahunan hingga 10 tahunan.
Supaya proses pembersihan pasca banjir lebih mudah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Apalagi terkait dengan biaya perbaikan rumah yang tidak murah meskipun saat ini ada kemudahan cicilan tanpa jaminan untuk biaya perbaikan ataupun renovasi rumah.
Buat Sumur Resapan
Supaya tidak terlalu parah banjirnya, buatlah sumur resapan di sekitar rumah. Kedalaman sumur resapan bisa antara 1,5 meter sampai dengan 2,7 meter. Namun, pastikan posisinya aman dan kuat sehingga tidak membahayakan bagi penghuni rumah.
Sumur resapan mirip dengan sumur sumber air dengan diameter sekitar 1 meter. Bedanya, sumur resapan mengandalkan dinding tembok atau beton yang sudah dicetak sehingga proses pemasangan jadi lebih mudah.
Sumur resapan ini menjadi salah satu standar saat akan membuat rumah apalagi jika berada di daerah yang rawan banjir.
Perbanyak Lubang Biopori
Selain membuat sumur resapan, bisa juga dibantu dengan membuat banyak lubang biopori. Lubang-lubang biopori ini lebih kecil dibandingkan dengan sumur resapan tetapi jangkauannya bisa lebih luas dan lebih banyak dibandingkan dengan sumur resapan.
Lubang biopori sangat bermanfaat agar air bisa terserap lebih cepat dan tidak terbuang sia-sia. Lubang biopori bisa dibuat dengan jarak setiap setengah meter. Bisa dibuat di halaman depan maupun halaman belakang rumah.
Agar lebih maksimal lubang biopori bisa menggunakan paralon dan kawat di bagian atasnya sehingga lebih mudah dibersihkan dari sampah dan tidak akan menghambat penyerapan air saat hujan.
Perbaiki Saluran Air Mampet
Beberapa penyebab banjir tentu saja karena aliran airnya tidak berjalan dengan lancar. Jika melihat saluran air yang mampet segera dibersihkan dan dibuka jalurnya agar air bisa mengalir dengan lancar.
Saluran air tidak hanya di bagian sekeliling rumah, tetapi periksa juga di bagian atas rumah terutama talang-talang air. Biasanya talang air juga bisa tersumbat karena sedimentasi atau pasir yang menumpuk atau tersumbat dedaunan atau bisa juga bekas layangan. Jika tidak dibersihkan akan berdampak pada sumbatan dan rembesan dinding rumah.
Keruk Sedimentasi Saluran Air
Jika sudah ada penumpukan kotoran atau pasir di saluran air, solusi tepat tentu saja dengan mengeruk pasir atau sedimentasi yang terjadi. Tak heran di beberapa sungai di sekitar Jakarta pun dilakukan hal yang sama.
Ajukan Bantuan Lewat Pemerintah Kota/Daerah
Untuk rumah yang sudah terlanjur terdampak banjir pasti memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Biasanya pemerintah memberikan bantuan kepada korban dan rumah yang terdampak banjir. Namun mungkin memerlukan proses dan pendataan terlebih dahulu sehingga tidak bisa didapatkan secara cepat.
Namun, demi mencegah kerusakan yang lebih parah lagi, kamu bisa segera mengajukan cicilan tanpa jaminan dari Kredivo. Kredivo sudah terdaftar dan mendapatkan izin operasional dari OJK sehingga punya payung hukum yang jelas
Bunga pinjaman Kredivo paling rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis, hanya 2,6% saja per bulan. Untuk pinjaman tunai akan dikenai biaya admin sebesar 6% yang dipotong dari total pinjaman di muka.
Untuk member premium memiliki kesempatan mendapatkan limit hingga Rp30 juta. Setengahnya bisa digunakan untuk pinjaman tunai. Namun, untuk belanja dengan metode cicilan ada opsi tenor 3 bulan tanpa bunga. Cukup bayar biaya adminnya saja sebesar 3% dari total harga belanjaan.