Konsultan Pajak tebet jakarta Pajak Penghasilan (pph): Pengertian, Subjek, Cara Menghitung, & Contohnya

Pajak penghasilan (PPh)  ada bermacam-macam jenisnya, bergantung dalam subjek & objek yg dikenakan. Pengenaan pajak penghasilan ini berkaitan dengan penghasilan yg diperoleh, baik perorangan juga suatu badan. Tentunya sebagai masyarakat negara Indonesia yang baik, kita perlu memahami lebih jauh mengenai pajak penghasilan ini. Dengan memahami tentang pajak, maka akan membantu engkaubertanggung jawab membayar pajak dengan sempurna. Berikut ini merupakan pengertian, subjek, cara menghitung, & model pajak penghasilan (PPh).

Baca jua: Mengenal e-billing pajak: sistem pembayaran pajak elektronikApa itu pajak penghasilan (PPh)?

Pajak penghasilan (PPh) adalah pajak yg dibebankan atas suatu penghasilan. (sumber: freepik)

Pajak penghasilan (PPh) adalah pajak yg dibebankan atas suatu penghasilan yg diperoleh wajibpajak, termasuk penghasilan yg dari berdasarkan pada maupun luar negeri. Untuk pajak penghasilan dibedakan sebagai dua kategori, yakni:Pajak penghasilan dikenakan pada harus pajak langsung, dimana mencakup pegawai, pengusaha, dan bukan pegawai.Pajak penghasilan dibebankan atas penghasilan wajibpajak perusahaan atau badan sampai objek yang dikenakan pajak penghasilan itu sendiri.

Dasar aturan pajak penghasilan, yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 mengenai Pajak Penghasilan, dimana UU ini mengalami 4 kali perubahan, diantaranya:Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1991 tentang Perubahan Atas UU No. 7/1983 tentang Pajak PenghasilanUndang-Undang Nomor 10 Tahun 1994 mengenai Perubahan Kedua UU No. 7/1983 mengenai Pajak PenghasilanUndang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga UU No. 7/1983 mengenai Pajak PenghasilanUndang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 mengenai Perubahan Keempat UU No. 7/1983 tentang Pajak Penghasilan

Dasar aturan mengenai pajak penghasilan terbaru juga tercantum dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 dan Undang-Undang HPP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.Subjek pajak penghasilan

Subjek pajak penghasilan. (sumber: freepik)

Subjek pajak penghasilan adalah pihak yg bertanggung jawab atas pajak penghasilan yang diperoleh dalam tahun pajak. Subjek pajak penghasilan berarti orang tersebut harus membayar pajak penghasilan dianggap sebagai WP (wajibpajak). Status sebagai wajibpajak ini ditetapkan menggunakan cara orang yg bersangkutan mendaftarkan diri ke KPP (tempat kerja pelayanan pajak) buat memperoleh NPWP (angka utama harus pajak) terlebih dahulu. Pendaftaran diri dapat dilakukan menggunakan domisili orang yg bersangkutan.1. Subjek pajak penghasilan orang langsung

Wajib pajak orang eksklusif, yakni subjek pajak penghasilan yang meliputi orang eksklusif yang berada pada Indonesia & luar Indonesia. Untuk subjek pajak penghasilan orang pribadi (OP) terdiri berdasarkan:a. Subjek pajak penghasilan orang eksklusif dalam negeri

Berlaku bagi yang sudah memperoleh penghasilan yg besarnya melebihi PTKP (penghasilan nir kena pajak). Berikut sedikit fakta tentang PTKP, yakni akbar PTKP yg ditetapkan sebesar:Rp1.584.000 buat diri wajibpajak orang langsungRp1.320.000 buat wajibpajak yang sudah kawinRp15.840.00 buat istri yg penghasilannya digabung menggunakan penghasilan suami yg tercantum pada 8 ayat (1)Rp1.320.000 buat setiap anggota keluarga sedarah dan famili semenda pada dalam garis keturunan lurus dan anak angkat, yang sudah sebagai tanggungan sepenuhnya, dengan kuota paling banyak 3 orang buat setiap familib. Subjek pajak penghasilan orang pribadi luar negeri

Berlaku bagi yang memperoleh penghasilan melalui bentuk bisnis tetap pada Indonesia atau bersumber berdasarkan Indonesia.2. Subjek pajak penghasilan warisan belum terbagi

Bersumber berdasarkan UU PPh No. 36/2008 menggunakan tujuan supaya pengenaan pajak penghasilan yg dari menurut warisan tetap dilaksanakan pemenuhan kewajiban wajibpajak & digantikan sang pakar waris yg berhak. apabila warisan telah dibagi, maka kewajiban pajak beralih pada ahli waris. Sedangkan buat warisan belum terbagi, yang ditinggal orang langsung sebagai subjek pajak luar negeri tidak dianggap sebagai subjek pajak pengganti.

Baca pula: Cara menghitung PPN & PPh 2022 bersama tarifnyaObjek pajak penghasilan

Objek pajak penghasilan. (sumber: freepik)

Secara garis akbar, objek pajak penghasilan dikelompokkan sebagai:Laba usahaDividenSewaImbalan atau penggantian berkenaan menggunakan pekerjaanKeuntungan berdasarkan penjualanHadiah berdasarkan undianPremi premiRoyaltiBungaKeuntungan dari pembebasan utangSelisih lebih karena evaluasi pulang aktivaPenerimaan pembayaran terjadwalKeuntungan yg diperoleh berdasarkan selisih kurs mata uang asingImbalan bungaIuran serikatSurplus Bank IndonesiaTambahan kekayaan yg belum dikenakan pajakPenghasilan dari usaha industri

Untuk jenis penghasilan yang mampu dikenakan pajak penghasilan bersifat final mencakup:Penghasilan berdasarkan transaksi pengalihan hartaPenghasilan berupa bunga deposito serta tabungan lainPenghasilan tertentu lain sebagaimana yang diatur oleh PP (peraturan pemerintah)Penghasilan dari transaksi saham bersama sekuritas lainPenghasilan berupa bantuan gratis suatu undianCara menghitung PPh

Cara menghitung PPh. (sumber: freepik)

Untuk perhitungan kita ambil model berdasarkan pasal 21 yang adalah pajak progresif, yakni:1. Memiliki NPWP

Vernon adalah pekerja tanggal yg memiliki penghasilan kena pajak sebesar Rp95.000.000 & Vernon mempunyai NPWP. Maka pajak penghasilan yg wajibdipotong dari harus pajak yang mempunyai NPWP, yaitu:

= 5% Konsultan Pajak Jakarta Selatan x Rp60.000.000 = Rp3.000.000= 15% x Rp35.000.000 = Rp5.250.000= Rp3.000.000 + Rp5.250.000= Rp8.250.0002. Tidak memiliki NPWP

Vernon merupakan pekerja tanggal yang mempunyai penghasilan kena pajak sebesar Rp95.000.000 dan Vernon nir mempunyai NPWP. Maka pajak penghasilan yg wajibdipotong menurut wajibpajak yang nir memiliki NPWP, yaitu:

= lima% x 120% x Rp60.000.000 = Rp3.600.000= 15% x 120% x Rp35.000.000 = Rp6.300.000= Rp3.600.000 + Rp6.300.000= Rp9.900.000

Baca juga: Apa itu Surat Setoran Pajak? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Nah, itu tersebut beberapa berita tentang pajak penghasilan. Yang terpenting merupakan sebaiknya selalu membayar dan melapor pajak supaya hidup lebih nyaman dan bebas tagihan pajak.

Selain melalui artikel menurut EKRUT Media, kamu pula mampu memperoleh banyak sekali warta & tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, bila kamu tertarik menerima banyak sekali kesempatan buat berbagi karier, sign up EKRUT kinijua. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh aneka macam peluang kerja yg dapat diubahsuaikan dengan minatmu.

Sumber:investopedia.comklikpajak.idkonsultanku.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *